BigTV Pangkas Channel HD

Beberapa hari ini teman-teman di Forum Satelit pada ributin kebijakan baru bigtv tentang pemangkasan channel-channel HD di 2 paket berlangganan terendah. Hal ini tetap saja menimbulkan pro dan kontra. Di pihak yang pro barangkali akan membela dengan mengatakan bahwa selama ini yang diberikan kepada pelanggan di 2 paket terendah adalah harga diskon. Sedangkan di pihak yang kontra, barangkali sudah tidak perlu dipertanyakan, rata-rata mengeluarkan sumpah serapah dan caci maki. Namun, sebelum meneruskan caci maki dan hujatannya, mungkin teman-teman bisa liat (baca) di bagian paling bawah website BigTV tertera Disclaimer: Semua Paket, Harga, dan Channel dapat berganti sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.


Keputusan yang terkesan kurang bersahabat dengan pelanggan (terutama pelanggan baru) ini, sedikit demi sedikit akan mengikis klaim BigTV sendiri yang menganggap sebagai paytv TERBESAR di Indonesia. Bagaimana tidak, jika di paket terendah tersebut hanya bisa menonton channel yang tidak HD yang kata pelanggan dirasa kurang nyaman (barangkali karena sudah terbiasa dengan HD yang disuguhkan sebelumnya), sedangkan bajet untuk berlangganan tv berbayar hanya di paket terendah, bukannya pelanggan terpaksa pindah ke tv berbayar lain? Lain halnya jika bajet masih memungkinkan untuk upgrade ke paket di atasnya yang menyajikan lumayan banyak channel HD (minimal Big Sun).


Namun, bagi saya yang tidak berlangganan ini (katanya yang TIDAK berlangganan suatu paytv tertentu dilarang komentar pedas gitu ya), kebijakan baru ini (walaupun pada dasarnya untuk pelanggan pascabayar) sangat berguna bagi saya karena pada akhirnya saya pun semakin tidak berminat untuk membeli BigTV Prabyar. Pertimbangan saya karena:
  • Di paytv lain pun dengan harga (baca: bajet) maksimal Rp.100.000,-  saya masih punya pilihan (saya tidak ingin mengeluarkan lebih dari Rp.100.000,- hanya untuk menonton 2 atau 3 channel sehari-hari, toh banyakan channel FTA di satelit lain yang lebih sering saya tonton, penggemar channel berita soalnya).
  • Walaupun bisa saya atasi, tapi Ku-Band tetap menjadi kendala bagi saya (yang ini sepertinya memang sudah menjadi harga mati dalam penentuan kriteria paytv pilihan saya).
  • Receiver BigTV yang bisa menerima channel HD hanya terpaku pada satu satelit (tidak bisa digunakan untuk satelit lain). Tentang RX ini barangkali BigTV bisa belajar dari Skynindo dengan HD77 dan HD99 mereka saat ini.
  • Manajemen BigTV masih belum 'bagus' di mata saya (nggak tau lah kalo penilaian pelanggan setia). Tingkatkan lagi pelayanan ke pelanggannya BigTV (walaupun barangkali tidak berguna bagi dirimu BigTV, tapi belum tentu bagi pelanggan).
Dengan begini saya pun lega, sudah tidak perlu lagi memikirkan mau beli prabayar BigTV. Nah, gimana, apakah masih tidak diperbolehkan seorang yang "Tidak Berlangganan" untuk berkomentar? Justru pada dasarnya, kita-kita ini sebenarnya bisa masuk di kategori "Calon Pelanggan" lho ya!

Tak lupa, diucapkan terima kasih sekali lagi kepada BigTV yang sudah menerapkan kebijakan baru ini. Tak lupa juga, diucapkan ribuan terima kasih atas gebrakan TelkomVision dengan produk barunya TransVision yang telah merobah peta pertelevisian berbayar di Indonesia dengan menghilangkan sistem prabyar.

Buat Skynindo dan TopasTV, ditunggu kelanjutannya dengan harapan semoga tidak ikut-ikutan bermain di harga dan paket seperti yang lain. Saran saya buat Skynindo, bikin paketan seperti TopasTV sehingga kami para pelanggan bisa memilih paket sesuai kebutuhan kantong kami. Saya lihat, para pelanggan tv berbayar sudah mulai 'smart' dengan berlangganan hanya untuk channel-channel yang mereka perlukan (bukan seberapa banyak channel dalam satu paketan). Hitungannya sudah pernah saya posting di tulisan yang lalu, dimana kesimpulannya adalah jika ada yang jual per satu paket satu channel barangkali akan lebih efisien (di kantong pelanggan tentunya).

Kesimpulan akhir dari kasus pemangkasan sepihak Channel HD di paket BigDeal dan BigFun Pascabayar BigTV ini:
  • BigTV meraup untung luar binasa, karena dari beberapa komplen ternyata mereka yang sebelumnya sudah bayar sesuai promosi yang ditawarkan lumayan rame juga (misalnya bayar untuk setahun penuh karena tergiur bonus gratis 2 bulan).
  • Seharusnya, pemangkasan berlaku untuk pelanggan baru setelah kebijakan baru ini diterapkan (biasanya sih seperti itu kalau professional).
  • Pelanggan dibebani dengan kenaikan tiba-tiba biaya pemutusan (dari yang seharusnya Rp.100.000,- kini menjadi Rp.300.000,-) yang secara otomatis memaksa pelanggan untuk bertahan.

*NB: Mudah-mudahan ke depannya BigTV bisa lebih baik, terutama di sisi pelayanan pelanggan (barangkali nanti saya tertarik lagi buat nyoba beli prabayarnya).

Update per 24 September 2014:

Update per 24 September 2014 dari Akun FB Big TV Indonesia
Selamat pagi, BiGMate...
Atas banyaknya permintaan pelanggan untuk channel HD, maka per tanggal 24 September 2014, BIGTV kembali menghadirkan channel HD di paket Big Deal dan Big Fun hingga jangka waktu tertentu.
Dan sebagai wujud apresiasi kami, maka BIGTV juga menghadirkan gratis Disney HD di semua paket sampai bulan Desember 2014.
Nikmati channel HD terbanyak di Indonesia, hanya di BIGTV!
(Dikutip tanpa edit) 

2 comments :

  1. Replies
    1. Kabar terbaru dari teman forsat, dan update status akun FB Big TV Indonesia sudah saya updatekan di atas mas. Sepertinya, untuk kali ini pelanggan berhasil membuat Big TV kembali menayangkan channel HD di paket terendah.

      Delete