Plus Minus Android MediaBox DVB

Ganti lagi deh istilahnya jadi "Android MediaBox DVB", mumpung blom dikasih merk sama juragannya (bos Cicak). Nah, kali ini saya hanya mau share Plus Minus yang menurut saya layak untuk diinformasikan ke publik, atau istilah lainnya Pros & Cons gitu deh.

Terinspirasi dari pertanyaan yang diajukan Pak Dokter Anshori kemaren, insyaAllah saya jawab saja lewat postingan ini ya pak, biar bisa lebih banyak info yang saya sampaikan. Pertanyaannya sebagai berikut:
  1. Rooted apa nggak
  2. Bisa full HD 1080p apa nggak
  3. Status bar bisa dihidden gak
  4. Bisa pake xbmc nggak
  5. Coba pake Droidmote buat gamepad
Okay, saya coba jawab dengan screenshot berikut ya:

Not Rooted Android MediaBox DVB
Pertanyaan pertama, Rooted apa nggk, jawabnya tidak. Kalau ditanya lagi, apa bisa saya melakukan rooting, maka saya jawab juga 'tidak' karena saya masih blom menemukan step by step rooting Android MediaBox DVB ini.

File 1920 x 1080 on Android MediaBox DVB

File Info of HD Media on Android MediaBox DVB
Sebenarnya saya bingung di pertanyaan yang ini, apa yang dimaksud bisa Full HD untuk Channel TV atau mutar file HD yang ada di Local / Network. Oki, pertanyaan kedua saya jawab dengan screenshot file info saja ya. Sebenernya pengen saya posting video saat media file tersebut diputar, tapi harap maklum hp jadul yang saya gunakan untuk screenshot ini juga udah sekarat, jadi kapan-kapan saja saya perlihatkan kemulusan File HD diputar di Android MediaBox DVB ini. Perlu juga saya infokan bahwa file tersebut adalah file yang berada di server/desktop Linux Mint saya, terakses menggunakan IP seperti terlihat di gambar. Intinya, File dengan resolusi 1920 x 1080 tidak masalah, alias lancar jaya.

Oh iya, untuk pertanyaan nomor 3, jawabannya secara default telah dihidden.

XBMC on Android MediaBox DVB
Selanjutnya pertanyaan ke 4. XBMC bisa diinstall dan running di Android MediaBox DVB, namun kemampuannya masih blom maksimal (entah karena saya masih blom mampu nyetting atau memang karena secara dari sananya masih blom sempurna). Kekurangan yang paling dirasakan adalah ketika XBMC kita paksa memutar file HD, gerakan videonya kayak 'slow motion' gitu (baik itu yang 720p maupun 1080p).

Padahal secara UI XBMC ini paling wah menurut saya dibandingkan dengan Media Player lainnya yang saya coba. Kemampuan XBMC untuk diintegrasikan dengan kemapuan Android MediaBox DVB dalam hal tuning ke TV Satelit juga blom bisa saya aplikasikan karena beberapa addon atau sebut saja semua yang tersedia secara default sebagai prasyarat tuning ke DVB-S/S2 masih blom tersedia backendnya di Android, ambil contoh 'tvheadend'.

Untuk pertanyaan nomor 5, mohon maaf saya tidak bisa jawab karena blom sempat saya install. Nanti ya di postingan lainnya saya coba.

Baiklah, di luar pertanyaan di atas, selanjutnya fasilitas yang sangat vital untuk sebuah RX dikatakan canggih saat ini adalah kemampuan softcamnya. Ilmunya saya dikasih sama bos Cicak (maaf, blom bisa saya share bagian yang satu ini). Sampe sore ini sejak tadi siang saya praktekkan, saya masih heran dengan kemampuan SoftCam Android MediaBox DVB ini. Tiket diisi tapi tidak ada display atau interface untuk mengisikannya lewat UI sama sekali lho (tapi bisa lewat Document Editor). Hehehe, bikin pusing ya? Iya, saya juga masih dipusingkan dengan kemampuan yang satu ini.

Hasil Pengisian Bahan Bakar Pesawat AsiaCS
Bukan bermaksud vulgar yooo! Ntar kapan-kapan saja saya kasih yang vulgar soal CardSharing kalau memang sudah saatnya buka-bukaan.

Baiklah, sebelum mengakhiri dengan Plus Minus Android MediaBox DVB ini, berikut 2 gambar terakhir:

Kemampuan DLNA di Android MediaBox DVB

Home Screen ya ini namanya?
Setelah melewati beberapa ujicoba, saya berkesimpulan dengan Plus Minus Android DVB Box yang mungkin saja tidak sesuai dengan harapan teman-teman, tapi saya berharap bisa jadi bahan pertimbangan jika memang ingin memilikinya.

Bagian yang menurut saya bisa disebut PLUS:
  1. Tuner cukup sensitif, scanning untuk transponder Astro HD juga bisa lock dengan baik.
  2. Kemampuan memutar file HD juga cukup menggembirakan walaupun awalnya saya juga kesulitan mikirin bagaimana caranya.
  3. Kualitas display untuk file HD yang diputar tidak perlu diragukan, sudah cukup jernih untuk LED TV LG kecil saya.
  4. Kemampuan mengakses file lewat Network (DLNA) juga cukup OK lah, hanya dengan mengandalkan PC jadul dan MR3420 yang saya punya.
  5. Box ini juga bisa digunakan untuk menerima SMS, cukup dengan colokin modem HSDPA (tested dengan ZTE MF627) dan gunakan aplikasi Go SMS Pro yang tersedia di Play Store, serta layaknya sebuah Smartphone Android atau tablet, juga bisa langsung konek ke internet tanpa router.
  6. Karena menggunakan OS Android, otomatis aplikasi yang tersedia melimpah walaupun tidak sepenuhnya diperuntukkan untuk keperluan DVB. Aplikasi WA, FB, dan Opera Mini work flawlessly.
  7. Kemampuannya dalam hal CS-an juga bisa jadi salah satu alasan untuk memiliki box ini.
  8. Dengan kemampuan prosessor, RAM, dan Storage saat ini, sudah lebih dari cukuplah untuk keperluan Media Center. Kalo punya Harddisk External silakan ditempelin.
  9. Keyboard dan Mouse tinggal colok, baik saat box masih di posisi off maupun ketika On sama saja, langsung bisa berfungsi. Khusus keyboard dan mouse wireless blom saya coba karena blom punya barangnya.
  10. So far saya ingin katakan kalo box ini layak disebut HTPC.
Udah ya, segitu aja untuk PLUS nya, ntar kalo kebanyakan bisa mahal harga pasarannya kata pak dokter. Hihihihi... Just kidding pak!

Selanjutnya, bagian yang menurut saya MINUS:
  1. Karena saya bingung dengan pertanyaan nomor 2 dari pak dokter, mungkin bisa jadi ini lah jawaban yang pak dokter inginkan. Android MediaBox DVB yang sedang saya bedah ini mampu tuning ke Fashion HD di Asiasat 5 dengan baik (baik di sini saya kategorikan tidak seperti slow motion saja ya, artinya lancar-lancar adanya). Namun, untuk channel HD seperti Russia Today di Measat, channel MPEG4 (khususnya channel-channel India kegemaran saya di Asiasat 3 dan Intelsat, hehehe) masih blom bisa diputar sempurna. Mungkin mirip dengan TEN HD di Openbox X5. Saya kurang tau penyebabnya, mungkin aplikasi DVBPlayer yang digunakan masih blom sempurna, atau diperlukan codec tertentu layaknya desktop linux dengan Kaffeinenya ketika tuning ke B4U Music.
  2. Box belum di-root. Kalo untuk keperluan saya saat ini, saya pikir tidak masalah tidak di-root pun bisa saya gunakan. Tapi bagi teman-teman yang hobby install aplikasi di Android saya yakin sangat memerlukan ini.
  3. Terus terang sulit juga nyari celah minusnya ini karena sebagian besar fasilitas yang tersedia sudah terpenuhi di box ini lho. Namun, celah minus selanjutnya mungkin saya bisa katakan adalah belum tersedianya fasilitas Official Upgrade baik dari file local maupun network. Selain itu, karena blom banyak yang memiliki box ini, kesulitan juga terjadi ketika kita ingin sharing permasalahan yang terjadi sewaktu-waktu. Wajar saja sih sebenarnya, karena box ini juga masih dalam status sample.
  4. Oh iya, hampir lupa, akses menu lewat remote agak lambat, walaupun tidak mengganggu kenyamanan berinteraksi dengan UI nya.
Kayaknya segitu aja, maaf ya klo nggk seimbang Plus Minus yang saya sampaikan. Seperti yang saya katakan tadi, karena sebagian besar fasilitas yang tersedia sudah cukup memanjakan mata dan telinga saya, jadi sulit juga nyari sisi minus RX Android MediaBox DVB ini. Sekalian mohon maaf karena istilah yang saya gunakan saya bikin sendiri. Hehehe. Mudah-mudahan posting kali ini menambah info buat teman-teman jika suatu saat berminat pengen ngoleksi.

Thanks to bos Cicak udah ngasih kesempatan buat saya nyentuh box ini. Explorasi akan saya lanjutkan karena masih banyak hal lain yang perlu saya ketahui namun blom bisa saya ketahui saat ini, sebut saja bagaimana backup dan upgrade data-data yang saat ini ada di dalam box, termasuk cara nge-root. Lain kesempatan saya posting lagi hasil utak-atiknya.

7 comments :

  1. untuk pertanyaan no2,tv lcdnya full hd 1080p gak kalo ya pertanyaan saya terjawab

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo TV LCD saya alhamdulillah pak, udah full hd walau kecil.

      Delete
  2. hehehehe alhamdulilah,,,,,,,,,barang nya bisa di explore lebih lanjut,,,,saya yakin 2013 pertengahan bakalana muncul rx android di pasaran,,,,, dan harganya juga pasti masuk diakal,,,,,,,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. ditunggu kelanjutannya bos, dgn spek komputer mini, rx ini sangat menjanjikan untuk dimiliki.

      Delete
  3. ajarin buat server fly dong bang

    ReplyDelete