Yamal 202 di Desa Pedada

Setelah menunggu sampe pulkam, kali ini perburuan menghasilkan tangkapan yang sangat lumayan. Betapa tidak, semua tv yang selama ini dicari di Satelit Yamal 202 sudah berhasil ditangkap di rumahku (Desa Pedada) dan tentunya menjadi orang pertama yang mendapatkan Yamal 202 di kampung. Kalo tau sama orang sekampung bisa gawat nih, bisa jadi tukang pasang parabola musiman saya... Hehehe.. apalagi Cik Ammit yang dari dulu pengen dicarikan satelit ini.

Perburuan kali ini tidak sesulit yang pertama dulu, mungkin karena sudah ada pengalaman jadi bisa memperkirakan arah satelitnya. Walaupun sebenarnya tujuan pulkam kali ini bukan buat berburu Yamal, tapi Dreamtv di Agila 2. Namun, karena LNB Kuband lupa saya bawa, akhirnya "matikan pukolan" minjam sekat sama Nawan yang dari kemaren berburu gak dapat juga. Rencananya sore ini mau berburu di rumah Nawan selesai dari rumahku.

Bahkan ukuran sekat yang kami pakai sekarang sama sekali tidak sesuai dengan spek yang sebelumnya pernah saya pakai. Sekat masih dari bahan teflon (talenan) merk Lion Star. Tapi Nawan salah beli. Kemaren saya sarankan dia beli yang tebal, malah dibeli yang harga Rp.15.000,- dan tipis. Ukuran sekat yang kami gunakan tadi:

Panjang: 13,6 cm
Lebar: sesuai dengan lebar lobang LNB - 6,3 cm
Tebal: 0,5 cm (sesuai tebal talenan)
Masuk ke dalam LNB: 9,3 cm, sisanya keluar.

Perburuan dimulai dengan memasukkan transponder Rentv ke channel yang telah ada (mengedit channel) yaitu 3706 V 15550 - Vpid: 4194, Apid: 4195. Setelah memasukkan transponder ini baru kita mulai dengan pointing. Dalam proses pointing, saya berada dekat dish (tukang pointing), sementara Nawan berada di depan tv (tukan kasih suara kalo siarannya sudah dilock). "Keraok-keraok"lah kamek beduak"... Hehehe!!!

Tidak sampai 5 menit saya turunkan dish ke arah barat, sinyal Rentv muncul dengan kualitas sebesar 29% s/d 32%. Sinyal masih turun naik, menandakan bahwa arah satelit yang dicari telah sampai. Sontak kami rasakan kegembiraan itu walaupun masih belum bisa ngelock Rentv. Karena belum bisa ngelock, akhirnya kami putuskan untuk mengatur masuknya sekat ke dalam LNB yang pada awalnya hanya sekitar 3 s/d 4 cm saja. Akhirnya kami masukkan lagi dengan memperkecil lebar sekat terlebih dahulu.

Setelah dicoba, akhirnya sinyalnya naik tapi belum sempurna dan belum bisa memunculkan gambar sama sekali (walau udah bisa ngelock Rentv). Kali ini kami coba menggunakan Rx Nawan (merk yang sama hanya beda nomor seri saja). Rx yang dipake merk Goldsat 5200. LNB Goldsat warna biru (yang warna abu-abu tidak kami coba - letaknya di tengah). LNB Goldsat warna biru ini berada pada posisi offset.

Karena merasa masih kurang sempurna penerimaan Rentv-nya, kami tambah semangat saja pointingnya. Sekat dimasukkan lebih dalam lagi (sesuai dengan spek di atas), dan walla... akhirnya Rentv bisa dilock dengan sempurna (di rx Nawan) walaupun masih ada cekat cekot sedikit, tapi bisa ditonton dengan baik. Perburuan benar-benar berhasil, kami pun blindscan. Ternyata banyak transponder yang bisa kami lock. Huhuhu.... top banget dah!

Terakhir, setelah merasa penerimaan sangat sempurna (karena hanya sebagian dish saja yang bisa memantulkan sinyal, sebagian sudah terhalang rumah tetangga), Rx pun kami tukar kembali menggunakan Rx saya di rumah. Everything runs smooth, o.. I love this experience. At last, we can track this fenomenal satellite at my little village.

Berikut dokumentasi yang sempat saya rekam:





(Foto: Arah Satelit Yamal 202 di Desa Pedada)




(Video: MTV - sinyal sudah lumayan bisa ngelock dengan kondisi cuaca panas)



(Video: Rentv - sinyal juga lumayan dengan kondisi cuaca panas)

Selamat mencoba dan semoga berhasil!

3 comments :

  1. bang desa pedada lokasi tepatnya dimana? keep survive in your blog ok. :D

    ReplyDelete
  2. Desa Pedada di Kecamatan Teluk Keramat, kalau lewat jalan lurus menuju arah Simpang Empat (Tangaran) ada belokan ke kanan di Dusun Kelumpang (Ds. Sekura)...

    sebelum pertigaan ini ada warung, dan ada tulisan "Ke Pedada" di sebelah kiri jalan masuk... maenlah ke sana...

    ReplyDelete