SkyNet


Sejak kenal dvbcard, dulu awal-awal saya sering banget grabbing. Caranya dengan menyetel transponder di Palapa menjelang tidur, setelah paramemter grabbing sesuai dan terlihat arus data masuk, saya tinggal tidur dan nanti hasilnya bisa dilihat ketika bangun tidur di pagi hari. SkyGrabber dulu juga menjadi primadona karena cara pengaplikasian yang mudah, semuanya dilakukan dengan GUI yang tersedia.

Khusus SkyNet, kadang musti kerja extra, terutama saat menyetel "regex" agar hasil tangkapan maksimal sesuai dengan data yang ingin digrabb. Terakhir kali seingat saya dulu saya pake SkyNet di Slackware karena kebetulan PC saya saat itu minim sekali speknya. Memori yang hanya 512 MB dan VGA onboard itu benar-benar spek standar sekali. Dengan SkyNet dan Slackware menjadikan perpaduan yang seimbang sehingga PC bisa bekerja maksimal menampung data dari langit.

Hah!!! Ya begitulah, dulu suka nyari file-file paus (terutama film-film baru, yang barusan tayang di bioskop), dan lagu-lagu mp3 yang kala itu juga sulit didapatkan karena kuota internet untuk download sangat terbatas (bayangkan saja tarif internet opsel kala itu Rp.15/KB).

Kayaknya DVBCard bersinar lagi gara-gara PowerVu pecah. Nah, saat yang tepat berburu transponder data lagi. Hanya saja, karena SS2 ini sudah terlalu tua, rata-rata transponder sudah mulai naik ke DVBS-2 jadinya susah mau ikutan aktif nge-grab. Kecuali melakukan sedikit usaha lagi menggunakan receiver yang ada (baca: seadanya).

Enjoy your grabbing world!

6 comments :

  1. Hi Max,
    Could you please tell me the Satellite and the program u use. I use skygrabber on mg Skystar s2 PCI card.

    ReplyDelete
    Replies
    1. I usually grab on Palapa D, and always use SkyNet. SkyGrabber only works on Windows, so by now I don't use it.

      Delete
  2. Pak Budi , saya grab pake SkyGraber di Sat Palapa...kalo untuk jenis file gambar bisa cepat banget downloadnya ..tapi kalo untuk jenis file video, kok tidak pernah selesai walaupun kompi on time 1 malam..kira2 apa masalahnya ya pak,..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Faktor utama biasanya di sisi si user yg kita "sadap", mungkin dia download tidak selesai juga. Atau boleh jadi dipengaruhi terganggunya koneksi kita ke satelit, misalnya sinyal tidak stabil yg ditandai dengan nilai BER di atas 0.

      Delete
  3. Bung Maxx@ Untuk rata2 Tranfer Rate nya biasanya mencapai berapa untuk kecepatan download ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk transfer rate tiap provider beda-beda. Kalo dulu saya sering nge-grab di Asiasat4 dan Telstar18 rata-rata di 60 kbps ke atas. Paling tinggi per user seingat saya pernah nyampe 500 kbps. Sekarang udah jarang nge-grab, peralatan sudah tua bro dan blom diupgrade lagi. SS2 saya jadul banget, tidak bisa untuk TP DVBS-2.

      Delete